/
6 Comments

 Oleh Usdhof

Alhamdulillah! Pada pembahasan sebelumnya ada yang memberikan tanggapan baik di blog maupun WAG yang saya ikuti. Ada tanggapan menarik bahwa hitungan tersebut sekedar cocoklogi. Gatok matuk istilah orang Jawa.

Saya sampaikan bisa jadi, bias juga tidak. Mengapa? Bagi umat muslim pasti pernah mendengar bahwa Alquran menyebutkan rasa takjub hamba-Nya atas segala penciptaan Allah yang tidak ada kesia-kesiaan ( QS. Ali Imran 191). Dalam ayat tersebut sebenarnya mendiskripsikan pengertian dari ulul albab pada ayat sebelumnya. Yaitu orang yang senantiasa berzikir mengingat kuasa Allah baik di saat berdiri, duduk, maupun tidur dan merenungkan semua yang ada di bumi langit hingga mengucapkan rasa takjubnya itu.

Akan tetapi jikalau dikaitkan dengan pemikiran berikutnya dari penulis buku Matematika Islam tersebut, Fahmi Basya, bahwa Candi Borobudur ada kaitannya dengan sejarah Nabi Sulaiman. Maka saya katakan tidak sependapat. Memang pendapat Fahmi tersebut pernah ditulis sebagai ringkasan pemikirannya dalam replublika.co.id “Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman?”. Tulisan tersebut hanya sekedar mengabarkan tanpa memberikan pendapatnya karena sebatas seperti senuah reportase. Saya tidak akan membahas lebih dalam pada topik ini.

Saya akan melanjutkan refleksi peristiwa Isra Mi’raj yang lalu. Pada pembahasan sebelumnya sudah kita temukan bahwa jumlah rakaat Salat Lima Waktu jika dihubungkan dengan Basmalah akan berjumlah sama dari jumlah hurufnya yaitu 19. Subuh 6, Dhuhur 3, Asar 3, Maghrib 4 dan Isya 3. Maka jika kita terapkan menjadi seperti dalam table

Sumber: dok. pribadi

Jika kita perhatikan table tersebut, meski salat subuh hanya dua rakaat sudah menunjukkan nilainya yang cukup besar. Maka tidak heran jikalau banyak godaan di dalam melaksanakan salat Subuh.

Saya setiap tahun ajaran melakukan monitoring salat lima waktu anak-anak. Apalagi saat ini untuk membuat laporan cukup mudah. Siswa cukup mengisi form yang diletakkan di teams office 365. Dan yang terjadi di lapangan adalah rerata siswa tidak melaksanakannya. Hal ini menunjukkan bahwa peran orang tua harus dioptimalkan dalam membiasakan beribadah.

Pada table tersebut juga bisa menjelaskan salat yang bias di-jama dan tidak. Jikalau selama ini kita mengetahui aturan jama dari hadis, maka dari table tersebut bisa menjawab secara logis. Salat jama adalah menggabungkan dua salat dalam satu waktu di antara waktu dua salat tersebut. Bisa dimajukan atau diakhirkan. Hal ini menunjukkan Allah juga menghubungkan antara syariat satu dengan lainnya.

Pada table tersebut kita juga bisa membaca bahwa Allah akan memberikan Rahman-Nya jikalau hamba-Nya mau bekerja di saat siang. Oleh karena itu, kita tidak bisa protes jikalau non muslim mendapatkan hasil yang baik dalam pekerjaannya. Karena dalam tataran ini sifat Rahman yang berlaku. Sedangkan Rahim-Nya hanya diberikan kepada hamba-Nya saat di akherat nanti. Siapa? Tentunya yang percaya akan keberadaan-Nya (iman).

Pada kalimat “bismillah” juga menunjukkan bahwa di waktu malam seorang hamba harus kembali menegaskan diri bahwa semua yang terjadi adalah atas izin Allah. Kesuksesan maupun kegagalan apa yang dilakukan di keseharian adalah takdir Allah. Dan selanjutnya tentu memohon esok hari bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat An Naba/78: 10-11, 

Sumber : Kitab Alquran
Artinya, "dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian,  dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan.” 

Akhirnya semoga kita sebagai umat muslim mampu membawa nilai-nilai salat dalam keseharian. Jika mampu mendirikan salat lima waktu dengan baik, maka seorang hamba telah mampu membawa ruh dalam basmalah dalam hatinya. Yaitu meneladini sifat Allah Yang Rahman dan Yang Rahim sehingga menjadikan Islam sebagai rahmatan lil’alamin.

 

 

 

 

 

 

You may also like

 Oleh Usdhof Alhamdulillah! Pada pembahasan sebelumnya ada yang memberikan tanggapan baik di blog maupun WAG yang saya ikuti. Ada tanggapa...

6 komentar:

  1. Awalnya tak paham dengan angka-angka yang dimaksud... Ternyata... Subhanallah... Mantab

    BalasHapus
  2. Menginspirasi untuk semakin memperbaiki diri. Terima kasih remindernya ustad

    BalasHapus
  3. Mantul tulisannya
    Utk memahami smp baca 3 kali
    Awalnya gak paham dg angka2 itu

    BalasHapus
  4. Terima kasih semua. Semoga kita bisa menjaga salat kita

    BalasHapus