Tentang

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.
Ketika ada sesuatu yang tidak biasa, maka mematikkan suatu pertanyaan "apakah tindakan ini betul dengan ada dasarnya?"
Yah... Hal ini pernah saya alami ketika menemukan di masjid Agung Ampel jamaah wanita mengikuti salat Jumat. Sejak itu mencari dasar hukumnya. Tentunya Pengurus Masjid Ampel tidak sembarangan menetapkan hal tersebut. Hingga kemudian saya menemukannya jawabannya bahwa jika wanita, yang memang statusnya wajib dhuhur bukan salat Jumat, melaksanakan maka gugurlah kewajiban salat Dhuhur.
Dasar tersebut saya temukan di fikih wanita karya Prof. Dr. Moh. Osman dari Mesir. Beliau mengambil rujukan dari kitab fikih klasik seperti Bidayatul Mujtahid, Muhazab, Fathul Qadir.
Hal ini juga dibahas oleh Gus Baha tentang gugurnya kewajiban salat Duhur bagi wanita jika telah mengikuti salat Jumat tersebut. Berikut linknya..
https://youtu.be/fH6yIvqjTJo?si=_Anh3y_QAgXui4Dw
Bahkan Gus Baha ini mengatakan dalam fikih salat Jumat itu unik. Karena alasan yang kadang suli dipahami. Seperi gugurnya saat Duhur bagi wanita jika telah salat Jumat.
Li'annal jumata asqathotil fardho anil kaamili. Artinya Karena salat Jumat bisa menggugur ibadah fardhu ( yaitu duhur ) bagi orang yang sempurna ( laki2 dewasa dan tidak musafir). Maka logikanya bagi orang yang sempurna saja gugur apalagi yang tidak sempurna yaitu wanita maka tentunya jika telah mengikuti salat jumat maka tidak perlu lagi saat duhur.
Lebih mudah lagi untuk memehami kita bisa baca dalam situs https://binbaz.org.sa/fatwas/ : milik ulama Makkah ketika menjawab pertanyaan tentang wanita yang salat Jumat
، وليس عليها جمعة، إنما الجمعة في حق الرجال فقط، لكن لو حضرت مع الرجال، وصلت الجمعة معهم أجزأتها، كما كان بعض النساء يصلين مع النبي ﷺ الجمعة وتجزئهن، إذا صلت المرأة مع المسلمين الجمعة أجزأتها عن الظهر
"..Memang wanita itu tidak diwajibkan salat Jumat karena hanya laki2 yang diwajibkan. Akan tetapi jika ada wanita datang (ke masjid) dan ikut salat Jumat maka sudah mencukupi (artinya Duhurnya gugur). Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh para wanita di zaman Nabi saw... "
Demikian. Semoga bisa menambah ilmu ikih kita.
Wallahu a'lam bishowab..
Alfaqir Usdhof
Ketika ada sesuatu yang tidak biasa, maka mematikkan suatu pertanyaan "apakah tindakan ini betul dengan ada dasarnya?" Yah... Hal ...
MAUMU APA?
Entah yang terbesit oleh pelaku apa. Aku maupun istri pun merasa tidak pernah bermasalah dengan seseorang di lingkunganku. Tetapi hari ini menjelang siang, tepat setelah jemput anak pukul 11.00 saat kubuka rumah dari pintu samping, aku melihat pecahan kaca berserakan. Aku longok ke atas pintu utama, kaca itu pecah.
Kaca dengan ketebalan 0,5 cm tidak mungkin bisa pecah jika dilempari dengan kecepatan rendah. Tentunya keras dan cepat. Lalu apa niatnya pelaku?
Bagi kami yang bikin gregeten niatnya itu loh? Uang bisa dicari untuk mengganti kaca tersebut. Tapi motifnya apa?
Biarlah cerita ini menjadi sebuah puisi tiga baris (putibar)
AKU LEMAH TAPI KERAS
_Putibar_
Kenapa aku harus salah?
Lari dari takdirku hari ini pun tak mampu
Memang kerasku meremukkan berkeping-keping
Siapapun dia, semoga segera diperingatkan oleh Allah. Segera diberikan hidayah...
Gresik,20 Mei 2023
MAUMU APA? Entah yang terbesit oleh pelaku apa. Aku maupun istri pun merasa tidak pernah bermasalah dengan seseorang di lingkunganku. Tetap...
Identitas buku
Judul : Berumah dalam Sastra 3
Penulis : Tengsoe Tjahjono
Penerbit : Tankali, Sidoarjo
Tahun terbit : 2020
Jumlah halaman : vii + 135
SASTRA
3 HADIR DI TENGAH DUNIA SERBA CEPAT
Buku ini dibagi menjadi lima bab;
Pintu Depan, Bilik Pentigraf, Bilik Tatika, Bilik Putiba, dan Bilik Putibar.
Tengsoe dalam penulisannya menggunakan bentuk tanya jawab. Sehingga dalam
setiap bab diawali dengan sebuah pertanyaan. Seperti bab pertama dibuka dengan
pertanyaan, "Mengapa 3?"
Pada bab pertama tersebut,
Tengsoe memberikan gambaran secara gamblang kajian seputar angka 3 di mana
angka tersebut sering terdengar di telinga kita. Dimulai dari kajian kelas
dalam bermasyarakat. Kelas ketiga disebut sebagai kelas miskin demikian pula
negara dunia ketiga dikarakan sebagai negara terbelakang.
Akan tetapi bukan berarti angka 3
sebagai indikator tidak baik (nilai minus). Lebih lanjut Tengsoe mengkaji
penggunaan angka 3 dari latar agama-agama di Indonesia. Termasuk kajian
linguistik bahasa Jawa di mana ada tiga bilangan yang mana sebutannya tidak
linear dengan bilangan sebelumnya yaitu 25, 50, dan 60. Secara berurut ketiga
disebut selawe, seket, dan sewidak. Seharusnya jika linear maka disebut dengan
lima likur, limang puluh, dan enem puluh. Terus terang saya sebagai orang Jawa
baru mengetahui rahasianya dari buku ini.
Dari kajian tersebut, Tengsoe
menganggap angka 3 merupakan angka yang hidup dalam tradisi masyarakat. Dari
sinilah kemudian lahir "Sastra 3". Sastra 3 merupakan sastra dengan
format serba tiga yaitu pentigraf (cerpen tiga paragraf), tatika (cerita tiga
kalimat, putiba (puisi tiga bait, dan putibar (puisi tiga baris).
Pada bab pertama dijelaskan
beberapa hal. Sumber penulisan termasuk dibahas di dalamnya. Tidak ketinggalan
bagaimana sebuah realita anyar dibuat dari sebuah realita. Akan tetapi sebuah
karya sastra harus tetap logis. Sastra itu dibuat, tetapi tidak dibuat-buat.
Direka, tetapi bukan direka-reka. (hal. 47).
Pembahasan pentigraf dimulai dari
mekanisme pembuatannya di antaranya jumlah kata tidak melebih 210 kata dan
hanya ada satu kalimat langsung pada setiap paragraf. Dibolehkan jika dalam
bentuk narasi semua (hal. 72). Pembatasan jumlah paragraph yang hanya tiga ini
diharapkan tidak dipaksakan. Artinya ada temuan sebuah paragraf tetapi berisi
lebih dari satu ide pokok.
Begitu pula pembahasan tentang kejutan
atau ketakterdugaan dalam pentigraf yang mana merupakan daya Tarik sebuah
pentigraf (hal. 62). Pada bab ini, Tengsoe memberikan tujuh panduan bagaimana
membuat kejutan tersebut. Seperti biasa, Tengsoe memberikan contoh sebuah
pentigraf dari anggota pentigrafis dengan uraian penjelasan nilai kejutan
tersebut. Kejutan tersebut bukan sekedar “TERNYATA”, akan tetapi juga
memperhatikan bahwa ketakterdugaan itu bisa memutarbalikkan keadaan yang
dialami oleh tokoh, baik ke yang baik atau buruk (hal. 64). Hal ini membuat
pembaca terkecoh di awal.
Pada bab berikutnya dibahas
tentang Tatika yaitu cerita tiga kalimat. Tidak jauh berbeda dengan pentigraf.
Seperti dalam penggunaan kalimat langsung yang hanya dibolehkan satu saja (hal.
89). Meski hanya tiga kalimat, tatika tetap harus memiliki elemen cerita yang
mencakup tokoh, alur dan tema yang saling berhubungan.
Dalam pembahasan Putiba (puisi
tiga bait) dan Putibar (puisi tiga baris), Tengsoe memberikan pesan bahwa puisi
tetap harus ada ide gagasan. Gagasan tersebut kemudian disampaikan dengan
balutan kata yang diolah dengan rasa. Puisi bukan hanya bercerita tentang
perasaan (hal. 102).
Buku ini penting untuk dimiliki
dan tentunya dibaca bagi orang yang ingin belajar maupun mengembangkan
kemampuan menulis sastra. Di samping itu, buku ini hadir untuk menjawab
berbagai pertanyaan seputar sastra 3, utamanya pentigraf dan tatika di media
online di mana konsep yang diterapkan tidak sama antar karya beberapa penulis.
Hal ini menyebabkan pembaca kebingungan (hal. v). Termasuk saya di awal pertama
kali mengenal pentigraf.
Gresik, 28.12.2022
Identitas buku Judul : Berumah dalam Sastra 3 Penulis : Tengsoe Tjahjono Penerbit : Tankali, Sidoarjo Tahun terbit : 2020 Jumlah h...
Teman literasi menyebut karyanya ini sebagai pentigraf, tapi ketika dibaca dengan teliti tulisan tersebut seperti sebuah catatan. Oleh karenanya saya mencoba menyuntingnya menjadi sebuah pentigraf.
Terima kasih sudah membaca dan memberikan komentarnya
IBUKU TIDAK SAKIT LAGI
Oleh : Wyda Asmaningaju
Namanya Jihan Aulia siswa kelas 7B di SMPN Surabaya. Sebagai siswa baru harusnya dia rajin seperti teman-temannya yang lain. Tapi hal itu tidak dilakukan Jihan. Setiap ditanya kenapa tidak masuk jawabannya hanya buliran air mata saja.
Dari berbagai survey yang dilakukan guru BK dan wali kelas dibalik sering tidak masuknya karena dia menghabiskan waktu untuk merawat dan menyiapkan kebutuhan ibunya yang sakit (kakinya Kanan diamputasi karena diabet dan kaki satunya mati rasa). Dia anak kedua yg mempunyai kakak laki-laki putus sekolah Karena tidak mampu bayar Karena sekolahnya swasta. Sesuai pengakuannya, ayahnya sudah mulai tidak menyukai ibunya dan sekarang dalam proses perceraian. Dia sekolah kalau ada tantenya yang beda rumah mampir dan mau mengantar. Maka tidak jarang dia bolos sekolah. Melihat pemandangan itu, Kami para guru berdiskusi dan membuat keputusan untuk meminjamkan sepeda pancal baru supaya untuk mempermudah Jihan melangkahkan kaki menuntut ilmu.
Pagi itu ayah Jihan datang ke sekolah memenuhi undangan Kami terkait peminjaman sepeda tersebut. Dengan sombongnya dia berkilah "Saya ini barusan kerja bu dari PT ... langsung ke sini jauh-jauh". Padahal sebelum ayahnya saya panggil sesuai keterangan Jihan, ayahnya di rumah dan tidak bekerja. Pantesan setelah ditelpon beberapa menit langsung datang. Rasanya gemes menyaksikan pemandangan laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti itu. tidak lama ibunya telpon saya menanyakan PAS dan berterima kasih atas peminjaman sepeda.
Kami sedikit lega bisa membantu sedikit kesulitan anak didik kami. Selang 2 hari Jihan yang masih mengerjakan ulangan dikagetkan oleh suara telpon dari tantenya yang mengabarkan bahwa ibunya meninggal setelah beberapa saat kritis. Innalillahi wainna ilaihi rajiun.
#belajar berpentigraf#
#salam literasi#
Saya sunting menjadi karya berikut...
JANGAN....!
Hujan mulai reda ketika ada suara mengetuk pintu rumahnya. Juni segera membukakan. Ternyata sosok di depannya adalah bu guru wali kelasnya dan guru BK. "Nak Juni, sekolah meminjami kamu sepeda biar kamu bisa tetap masuk sekolah," kata guru wali kelasnya. Juni pun merangkul bu gurunya sambil terisak.
Pagi itu gaduh. Juni mengumpat-umpat ayahnya yang akan memutuskan cerai dengan ibunya hari ini. Padahal ibunya sedang butuh perawatan lukanya yang disebabkan diabet. "Aku tidak masuk sekolah dulu, Ma!" Bisik Juni sambil merangkul. Tetapi ibunya mendorong tetap semangat untuk sekolah. Apalagi hari ini sedang ujian akhir semester.
Hari ini ujian Matematika, mata pelajaran yang disukainya. Apalagi materi probabilitas. Pikiran nakalnya menerawang kekira ayahnya yang jahat itu kapan matinya. Ada peluang besar tidak. Tetiba ada telfon dari tantenya yang mengabarkan bahwa ibunya baru saja meninggal. "Tuhan... Kenapa tidak ayah yang Engkau ambil." Kelas mendadak ramai dengan tangis teman-temannya.
Gresik, 09.12.22
Teman literasi menyebut karyanya ini sebagai pentigraf, tapi ketika dibaca dengan teliti tulisan tersebut seperti sebuah catatan. Oleh kar...
Oleh Usdhof
SETAHUN LALU
Putiba
Kaukah yang dirindu?
Teduhmu buat betah semua
Keluar dari hijaunya rongga-ronggamu
Kesegaran memeluk
Kaukah yang diharap?
Saat tekanan hidup merambah kota
Menyesak jantung kesibukan
Kedamaian mengecup
Kini kau mendadak menakutkan
Muntahanmu mengusik
Tangismu membakar menganak sungai
Kau datang tak dirindu seperti setahun lalu...
Gresik, 4.12.22
Oleh Usdhof SETAHUN LALU Putiba Kaukah yang dirindu? Teduhmu buat betah semua Keluar dari hijaunya rongga-ronggamu Kesegaran memeluk K...
Al Ashr,
1. Surat ini termasuk Makkiyah yangditandai dengan topik dan gaya bahasanya. Topiknya tentang keimanan dan jumlah ayat yang pendek
2. Diawali dengan sumpah yaitu waktu arau masa.
3. sedangkan yg disumpahi adalah manusia yang berada dalam kerugian dan kesia-siannya.
4. Waktu yang dimaksud sebagian ulama berpendapat waktu antara dhuhur dan maghrib atau menjelangmaghrib di sore hari yaitu asar.
5. Secara mayoritas menyebutnya waktu secara umum yaitu di saat manusia melakukan amal baik maupun buruk.
6. Kerugian ada dua; duniawi dan ukhrawi.
7. Agar selamat dari kerugian 1) Iman, percaya bahwa apa pun yang terjadi sudah takdir dari Allah, 2) Amal saleh yaitu mengerjakan segala kebaikan yang mendatangkan maslahat dan menjauhi keburukan yang bisa mengakibatkan madharat, 3) saling berpesan kebaikan
8. Cara mengamalkan surat
a) Melaksanakan salat lima waktu
b) Menyingirkan batu dari tengah jalan
c) Menyapa bapak ibu guru saat bertemu
dll..
Al Humazah
1) Termasuk surat Makiyah
2) Yang akan mendapat celaka adalah pengumpat dan pencela
3) Mengumpat dan mencela bisa dengan ucapan dan perbuatan, lisannya, matanya, dan tangannya.
4) Keduanya sering menganggap harta yang dimilikinya itu abadi atau kekal
5) Keduanya akan masuk neraka Hutomah yang apinya bisa membakar sampai hati.
6) Neraka bagai tungku besar yang tertutup sehingga jilatan api tidak akan keluar.
7) Cara mengamalkan surat
a. Suka memberikan pujian bukan umpatan
b. Suka menghargai bukan mencela
c. Menghormati perbedaan baik fisik, pendapat dan sebagainya
Ad Dhuha
1) Termasuk Makkiyah
2) Surat ini merupakan surat awal2 yang turun. Surat ini turun setelah lama dinanti2 karena wahyu lama tidak turun sehingga mengakibatkan Nabi saw gelisah.
3) Kegelisannya diibaratkan dengan malam yang sunyi ( ayat 2 )
4) Lama tidak turun wahyu bukan berarti Allah meninggalkannya dan juga membenci
5) Buktinya setelah itu Nabi saw mendapat berbagai kebaikan dan keutaman sehingga menjadi puas. Yaitu
a. Mendapatkan perlindungan saat yatim
b. Diberikan petunjuk saat banyak masyarakat Makkah yang bingung dalam kesesatan
c. Diberikan kecukupan saat kekurangan
6) Pesan : a. Tidak sewenang-wenang kepada anak yatim, b. Tidak menyentak kepada peminta, c. Menceritakan kabar saat mendapat kenikmatan
7) Cara mengamalkan
a. Tidak mudah berputus asa atas kegagalan yang diterima
b. Menyayangi anak yatim dan menghormati orang yang lebih rendah/miskin
c. Mengundang teman2 berbagi rezeki saat mendapat rezeki lebih
Asy Syarh
1) Melapang dada sebagai tanda mendapatkan hidayah. dengan demikian hati menjadi tenang.
2) Doa agar dilapangkan dada seperti yang dibaca oleh Nabi Musa as
رب اسرح لي صدري
3) Allah melapangkan dada tanpa diminta Nabi saw karena sudah terlihat tebalnya kegelapan yang menyelimuti kaumnya sehingga tidak mengenal kebenaran dari kebatilan
4) Setelah itu Allah meletakkan beban berat yang dipikulnya.
5) Dibalik kesusahan ada kemudahan. Allah tidak menghendaki kesusahan justru kemudahan
6) Setelah menyelesaikan pekerjaan maka kerjakan yang lain
7) Setelah berusaha hendaknya berawakal yang pasrah atas hasil usahanya.
8) Cara meneladani surat
a. Berdoa sebelum mengerjakan sesuatu minimal membaca basmalah
b. Tidak berputus asa di saat banyak menerima rintangan. Misal sebagai santri tetap berangkal ke madrah di saat temannya mengajak bermain bola
c. Semangat belajar tanpa disuruh
Al Ashr, 1. Surat ini termasuk Makkiyah yangditandai dengan topik dan gaya bahasanya. Topiknya tentang keimanan dan jumlah ayat yang pendek...
Oleh Usdhof
Masih terngiang peristiwa kecelakaan maut di Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat 21/01/2022 pagi itu. Seakan menyisakan bahwa datangnya pagi datangnya lara musibah. Betulkah?
Demikianlah... Pagi ini pun mengalami lakalantas di jalan Kalianak Surabaya. Jalanan yang dijuluki kawasan tengkorak karena sering memakan korban. Jalanan di mana setiap hari aku lalui menuju tempat kerja di SMPN 41 Surabaya. Jalanan dengan penuh kendaran yang beragam. Dari roda dua sampai delapan belas.
Saat itu lajuku berhenti memberi kesempatan truk menyebrang menuju SPBU. "Bruak...!" Tetiba ada sepeda motor yang menyeruduk dari belakang. Aku jatuh ke samping kiri. Kaki pun tak bisa menghindar dari gesekan aspal. Begitu juga kepala. Terdengar dari balik helm suara gesekan itu.
"Sreeek....."
Entah apa yang akan terjadi jika helm itu terlepas. Mendadak... Melintaslah wajah istriku yang sedang menunggu kelahiran anakku yang ketiga. Bulan ini.
Jadi apakah pagi ini aku mendapatkan lara? Tidak. Aku hanya diminta terus banyak bersyukur dan jangan berputus asa atas sebuah pengharapan. Karena pada setiap hari ada keajaiban yang tak terduga.
..... وَلَا تَا۟یۡـَٔسُوا۟ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ ....
[... "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah... (QS. Surat Yusuf 12:87]
Surabaya, 24/01/2022
Oleh Usdhof Masih terngiang peristiwa kecelakaan maut di Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat 21/01/2022 pagi itu. Seakan menyis...

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.