/
0 Comments

 (Catatan Pengajian Virtual Isra Mi'raj)

Oleh Usdhof


Kemauan anak dalam menjalankan perintah salat merupakan PR bagi kita semua sebagai pendidik muslim selain orang tuanya di rumah. Sebisa mungkin anak dipacu dalam menjalankan ibadah wajib tersebut. Sedangkan yang terjadi adalah kemampuan spiritual mereka masih rendah. Dalam satu yang mampu menjalankannya secara istiqamah baru dibawah 10%.


Menindak lanjuti hal tersebut, SMPN 41 mengadakan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad saw dengan tema "Menebarkan Manfaat, Wujudkan Generasi Taat Beribadah". Karena masih pandemi tentu pelaksanaanya secara virtual baik zoom maupun live streaming youtube.

Mas Kyai sedang memberi tausiyah. (Dok. pribadi)

Kali ini kita mengundang pembicara dari kota Paciran Kabupaten Lamongan. Piet Hizbullah Khaidir, MA. Dewan Pengasuh PP. Al Ishlah Paciran Lamongan. Beliau kakak kelas waktu di MANPK Kaliwates Jember. S1 di Jakarta dan S2 diraih di Inggris. Beliau telah menerbitkan buku lebih dari 10. Di antaranya Tafsir Al Tanwir, MTT PP Muhammadiyah terbitan 2019 (tim).


Di awal mauidhohnya, Mas Kyai Pipit - demikian saya memanggil - menyampaikan sebab-sebab kejadian di balik Isra Mi'raj. Dijelaskan bahwa Nabi saw. saat itu mengalami kejadian yang menyedihkan baginya yaitu meninggalnya dua pelindung selama ini. Mereka berdua adalah Abu Thalib, pamannya, dan Khodijah, istrinya.


Di saat kegalauan itulah - Mas Kyai melanjutkan - Allah memberikan sebuah jawaban. Seakan juga memberikan isyarat bahwa setiap manusia pasti akan mendapat musibah dan halangan. Itu semua harus dihadapi, bukan menghindar dengan berlari. Rumusnya adalah sabar dan salat. Sebagaimana firman Allah "wasta'inuu bish shabri wash shalah"( mintalah pertolongan dengan cara bersabar dan salat).


Mas Kyai pun melanjutkan bercerita dimulai perjalan isra dari masjidil Haram di Makkah menuju Masjid al Aqsha di Palestina. Kemudian dilanjutkan ke langit sampai menuju singgasana Allah, Sidratul Muntaha. Dari sanalah Nabi saw. menerima wahyu berupa perintah salat yang mana semula 50 kali berubah menjadi 5 kali seperti saat ini. Hal ini karena diminta oleh Nabi Musa as. untuk meminta potongan. Dalam bayangan Nabi Musa as, umat Muhammad tidak mungkin kuat meski sampai tinggal 5 rakaat.


Mas Kyai tidak sekedar menceritakan sejarah perjalanan Isra Miraj an sich. Tetapi juga mengurai makna disyariatkannya salat. Ibadah salat merupakan pembuktian bahkan manusia tidak kuasa apa-apa di hadapan Allah Sang Maha Kuasa. Saat ruku sebuah ibarat anggota kepala yang dimulyakan diibaratkan sejajar dengan pantat tempa keluarnya kotoran. Bahkan dalam sujud lebih rendah lagi. Kepala yang dimulyakan harus ditempelkan pada tanah di hadapan Sang Maha Agung Allahu Akbar.


Pada sesi terakhir, Mas Kyai memperkuat dasar di atas dengan menceritakan sebuah pengalaman pribadi teman dari sekelasnya saat di MANPK Jember. Teman satu dari Blitar. Namanya Najib Burhani. Sejak sekolah dia rajin salat termasuk sunah tahajud. S1 di Jakarta kemudian S2 dan S3 diraih masing-masing di Belanda dan Amerika. Pulang ke Indonesia menjadi peneliti di LIPI. Orang kampung bisa menjadi orang tertinggi di LIPI. Wasilahnya rajin salat.


Temannya yang kedua, Muhibudin namanya. Salat wajib dan sunnahnya rajin dan termasuk pengamal salawat dalailul khairat. Dia lulus tafsir hadis UIN Jakarta dan sekarang menjadi GM komunikasi di Astra. Dia juga ikut mengawasi Moto GP Honda.


Pada intinya, kata Mas Kyai, kesuksesan seseorang tergantung bagaimana kedekatan seseorang pada Allah. Bagaimana kita bisa memperbaiki kualitas salat dan tentunya juga menjaga hubungan dengan baik pada masyarakat sekitar. 


Sedangkan Mas Kyai sendiri menurut pandangan saya, selama di Aliyah beliau aktif di bidang keagamaan dan tentunya ibadahnya pula. Apalagi beliau mempunyai keahlian tarik suara yaitu tilawah. Saya mengikuti berlatih tilawah bersamanya saat beliau menjadi pembinanya di ekskul. 


Prinsip "sabar dan salat" bagi Mas Kyai sepertinya juga mengantarkan kesuksesannya di bidang studinya. Gelar MA-nya diperoleh dari Universitas Leeds di Inggris pada tahun 2009. Tidak berhenti di sana. Beliau sekarang sedang menempuh S3 di UIN Sunan Ampel Surabaya.


Akhirnya semoga tulisan reportase ini menjadi pengingat kita semua akan pentingnya ibadah salat. Semoga kita sekeluarga selalu dibimbing untuk bisa mendirikan salat dengan baik dan benar. Amiiin.


Gresik, 15/03/2021

You may also like

 (Catatan Pengajian Virtual Isra Mi'raj) Oleh Usdhof Kemauan anak dalam menjalankan perintah salat merupakan PR bagi kita semua sebagai ...

Tidak ada komentar: