/
0 Comments

Pentigraf

Oleh Usdhof




Semenjak belasan anak kesurupan saat Persami, pohon juwet di pojok halaman sekolah itu menjadi perhatian. Konon katanya pohon yang juga dinamai jamblang itu tempat kerajaan makhluk astral.


Demi kenyamanan pembelajaran, pihak sekolah meminta tolong kepada seorang ustad untuk menetralisir lingkungan sekolah. Pekerjaan itu dilaksanakan pada malam hari. Suara barang jatuh maupun derap kaki berlari membuat suasana bertambah mencekam. Suasana bisa terkendali.


Pagi itu Asha sudah bisa kembali bersekolah. Semilir angin sejuk setelah malam hari diguyur hujan itu menambah pikirannya tenang meski pada malam persami, dia paling lama kesurupan. Teman-temannya menyambut dengan hangat. Sayang sekali! Justru teman sebangku sekaligus _soulmate_-nya, Richi, lebih banyak diam. Teman yang lain bersemangat mendengar cerita seram malam persami itu. Katanya si astral juga memperkenalkan diri. Namun Asha lupa namanya. Padahal si astral menuliskannya di buku. "Namaku Felona." Dengan suara parau Richi menjawab dengan tatapan mata yang kosong. Asha dan teman-temannya berhamburan keluar kelas. Pagi yang mencekam.


Gresik, 16 Agustus 2021

You may also like

Pentigraf Oleh Usdhof Semenjak belasan anak kesurupan saat Persami, pohon juwet di pojok halaman sekolah itu menjadi perhatian. Konon katany...

Tidak ada komentar: