Tentang

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.
Pentigraf
Oleh Usdhof
Setelah meninggal ayahnya beberapa jam yang lalu, kakak beradik Paidi dan Paisol, masih beradu mulut mengenai tempat ayahnya harus disemayamkan. Permasalahannya dikarenakan lahan pemakaman di kampung sudah penuh. Lahan kosong ada di sebelahnya. Akan tetapi bukan tempat makam seagama.
Paisol menghendaki ayahnya segera dimakamkan di sebelah saja. Apalagi pihak makam mengizinkan sebagai rasa solidaritas di saat banyaknya kematian disebabkan pandemi ini. Akan tetapi Paidi, kakaknya, tidak mau. Alasannya khawatir di alam kubur nanti tidak mendapat kasih dan ampunan-Nya. Ayahnya tidak bisa bertemu dengan saudaranya yang seiman juga. Pikirnya Paidi dengan kukuh. Mereka masih berselisih sampai beberapa jam.
"Paidi! Paisol! cepat ke sini....!" Jeritan emak-emak yang sedang mengaji di ruang tamu mengagetkan para tamu. Bergegas mereka berdua berlari ke dalam. Mereka melihat ribuan rayap berbaris memanggul jenazah ayahnya. Lambat tapi pasti, rombongan rayap itu membawanya ke halaman belakang. Rayap itu memberikan tanda tempat terakhir bagi ayahnya seperti halnya mereka pernah menandai wafatnya Nabi Sulaiman dengan memakan tongkatnya tempat bersandar.
Gresik, 20 Agustus 2021
Pentigraf Oleh Usdhof Setelah meninggal ayahnya beberapa jam yang lalu, kakak beradik Paidi dan Paisol, masih beradu mulut mengenai tempat ...

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.