Tentang

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.
Saya senyum bangga saat membaca tulisan anakku yang masih duduk di kelas 3 SD. Dia menuliskan ceritanya di note, fitur di ponsel saya. Perkembangan tulisannya sudah cukup baik dari bulan lalu. Tulisannya dikembangkan dari sumber-sumber cerita yang dia gandrungi baik di youtube atau TV. Melihat seperti ini kadang merasa salah saat meneriakinya waktu memegang ponselku. Kenapa?
Hai guys selamat datang di Siti Gadiza P.L.
aku baru buat vidio gacha ni oke enjoy
"eh ada orang miskin kasian aku jadiin pelyan aja deh sekalian buat jagain rose , halo mbak mau gak kerumah saya jadi pelayan"
"wah, beneran yaudah saya ikut mbak "
**SAAT DIRUMAH**
"Rose ibu sudah pulang ibu bawa pelayan,
ibu kerja dulu ya ibu pulang jam sebelas"
"mama aku mau kayak rose cantik pake baju cantik"
"kalo gitu ayo kita kuasai rumah ini selagi nyonya dan dia jadi pelayan nastisya sini ikut ibu nastya"
"hei bersikan mainan mu" menendang rose
"aaah"
"ini pake baju pelayan lalu bersihkan rumah"
"ah, jangan sakiti akuuu"
"sini kakak aku obatin, maafin ibu sama kembaran ku ya mereka selalu begitu "
disisi ibu nastya dan kembarannya
"wah ada make up dan baju pesta nastisya ayo kita pake, sama bawain buat nastya"
"kakak sini"
"Iya, hah! apa ini aku gak suka baju seksi sama lubang lubang, dosa tau sama make up jelek nanti pasti kalian diusir seperti dulu"
"dasar anak durhaka, sudah lah ibu dan adik kamu mau tidur syantik"
"nastya ayo pergi ke kamarku aku ubah mata sama rambut supaya kita kembar dan seperti saudara"
"oke"
"sekarang panggil aku kakak"
"oke, kakak"
**Saat ibu pulang**
"mamaaaa"
"hah rose kok kamu pake baju pelayan sama rambut nastya mirip kamu"
lalu rose menceritakan apa yang terjadi
"oh ya ibu aku ingin adopsi nastya karna dia baik"
"oke sekarang nastya pangil aku mama"
"oke mama, oh ya mereka ada dikamar sambil pake baju pesta mama sama kakak mereka juga pake make up"
"dasar bisa hamis nanti make up nya padahal baru beli kemarin grrrrrrrrr"
"woi bangon"
"apa sih ganggu aja lagi tidur cantik, kayak suara nyonya, eh nyonya nastisya bangun ada nona"
"kenapa kalian pake baju aku dan rose apalagi make up ku coba kulihat hah tinggal dikit cepat lepas semua juga rambut palsu milikku"
"sudah"
"sekarang anak kamu"
"oke nastya sini pake baju lama kita lagi kita disuruh nyonya"
"ngapain panggil dia sekarang dia anakku jadi dia gak akan nurut sama kamu, sekarang kamu pergi dari rumahku"
"tidak rumah ini milikku lebih baik kau yang pergi"
"oke aku akan telfon polisi, halo pak aku mau kalian menangkap orang yang menguasai seisi rumah ku saat aku berkerja"
lalu mereka ditangkap
dan mereka hidup bahagia selamanya
peganden, 31/3/2021
Ya Allah! Cara menuliskan informasi tempat dan tanggal pun meniru ayahnya. Semoga bisa berkembang dengan baik. Tentu di usianya sekarang yang baru kelas 3 SD, tindakannya yang dominan adalah sebuah KEINGINAN-nya. Sebagai orang tua hanya mengiri doa. Semoga selalu berada di dalam kebaikan dan selalu dalam ridha-Nya.
Saya senyum bangga saat membaca tulisan anakku yang masih duduk di kelas 3 SD. Dia menuliskan ceritanya di note, fitur di ponsel saya. Perke...

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.
Waduh ... saya saja kalah ini
BalasHapusSemoga sukses ananda cantik dan solekhah ...
Calon penulis, semoga sukses ananda
BalasHapussaya juga kaget. sering saya teriak2 memanggilnya sebagai peringatan saat dia pegang ponsel.
BalasHapusterima kasih doanya Bunda2. Insya Allah doa ini juga akan kembali kepada yang berdoa. Amiiin
Kacang ora ninggal lanjarane, Kang UsDhof .... Barokallah .
BalasHapus