/
0 Comments


Oleh Usdhof


Sudah banyak penjelasan tentang kewajiban menjawab salam dari saudara seiman. Dikatakan wajib sebagai bentuk saling mendoakan agar sesama muslim selalau mendapatkan keberkahan dan keselamatan. Masalahnya di masa digital ini apakah masih wajib menjawabnya jika salam tersebut disampaikan melalui tulisan di medsos semisal WA, IG, FB, dan sebagainya?


Salam di medsos sebenarnya tidak berbeda dengan mengucapkan salam melalui kertas di masa lalu. Para ulama sudah membahasnya akan kewajibannya baik menjawab secara lisan maupun dengan tulisan (sebagai surat balasan). Pembahasan ini bisa kita temukan di bincangsyariah.com.


Bagaimana kalau salam tersebut diberikan kedalam kelompok tertentu? Seperti seorang guru menyampaikan informasi di sebuah WAG Paguyuban Kelas dengan oembukaan salam.


Sungguh rumit dalam masalah ini. Jika tidak merespon, guru merasa seperti berbicara di depan bangku kosong. Meski mereka pun sudah melihat informasi tersebut. Jika guru tersebut meminta respon, mereka menganggap sudah membaca kok. Yang terpenting informasi sudah sampai pada tujuannya.


Sebenarnya masalah ini tidak jauh dengan masalah beragama. Mengapa Allah meminta seseorang mengucapkan syahadat di depan umum? Allah kan Maha Tahu. Permasalahannya adalah pada orang di sekitarnya. Jika seseorang tidak mengucapkan syahadat - apa lagi seorang mualaf - kapan seseorang akan tahu status agamanya. 


Demikian pula respon sebuah informasi di medsos. Apalagi dalam sebuah grup tertentu. Respon anggota dianggap sesuatu yang penting. Agar tidak terjadi bertepuk sebelah tangan.


Gresik, 21/03/2021

#menjawabsalam

#dilemapjj

You may also like

Oleh Usdhof Sudah banyak penjelasan tentang kewajiban menjawab salam dari saudara seiman. Dikatakan wajib sebagai bentuk saling mendoakan ag...

Tidak ada komentar: