/
4 Comments

 Oleh Usdhof

dokumen pribadi

Dunia digital di saat pendemi terus mengalir bak menganak sungai. Berbagai aplikasi pun muncul untuk memudahkan seseorang dalam melancarkan pekerjaannya. Kecepatannya hanya beberapa detik untuk membantu seseorang. Salah satunya aplikasi google lens (baca: Lens).


Mengutip tulisan Nadiah di glints.com, Lens adalah aplikasi pengenalan gambar yang diluncurkan 4 Oktober 2017. Pada mulanya hanya tersedia untuk smartphone Pixel dan Pixel 2 saja. Dan di tahun 2018, google memberikan Lens untuk semua ponsel pintar. 

Salin-tempel yang dilakukan tanpa melihat isinya. (dok. pribadi)

Dengan menggunakan Lens, seseorang akan terbantu dalam mengidentifikasi objek, tempat, orang, tulisan, atau kegiatan dalam sebuah foto atau gambar. Tentunya aplikasi seperti ini para pengguna gadget merasa termanjakan. Bagaimana tidak? Dengan aplikasi ini seseorang akan bisa :

a. menyalin bahkan menterjemahkan teks.

b. menelusuri foto yang sesuai

c. mencari informasi tempat atau bangunan

d. mengidenfikasi jenis tanaman, tumbuhan, maupun hewan

e. menemukan solusi penyelesaian soal-soal baik eksakta maupun non eksakta.


Hanya saja, kecanggihan aplikasi ini jika digunakan bukan pada tempatnya, akan memberikan dampak yang buruk bagi pengguna. Apalagi jika penggunanya masih duduk di bangku sekolah. Mereka akan menjadi generasi yang tergantung pada Mbah Google. Tidak mempunyai pemikiran yang mandiri. Apalagi jika hasil penelusurannya langsung salin-tempel (copy paste). Tidak ada parafrase sama sekali. Inilah yang menjadi dilema pelajar dan guru saat ini.


Apakah kemudian Lens itu jelek?


Tidak. Karena semuanya tergantung pada situasi dan kondisi. Jikalau Lens digunakan sebagai sarana belajar, misalnya untuk menterjemahkan bahasa asing, kemudian hasil terjemahannya tadi diingat-ingat, maka aktifitas tersebut bisa dikategorikan baik. Akan tetapi kalau untuk menjawab soal Ulangan, maka lebih baik dijauhi. Karena tidak menguntungkan untuk jangka panjang. Sebagaimana dalam kaidah ilmu ushul fiqh dijelaskan "الحكم يدور مع العلة وجودا Ùˆ عدما" al hukmu yaduru ma'a al ilat wujudan wa 'adaman yang artinya hukum itu berputar bersama alasannya dalam mewujudkan dan meniadakan hukum. 

Semoga anak-anak kita selalu mendapatkan bimbingan dari Yang Maha Kuasa.... Amiiin

You may also like

 Oleh Usdhof dokumen pribadi Dunia digital di saat pendemi terus mengalir bak menganak sungai. Berbagai aplikasi pun muncul untuk memudahkan...

4 komentar:

  1. Gunakan sebagai alat bantu saja ya pak.

    BalasHapus
  2. Betul... ini anak metropolis. Entah di kejauhan sana. Saya rasa beda ngge... hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul itulah yg terjadi ustadz Dhofar smg kita sbg guru bisa memilah

      Hapus
  3. Tur gurunipun kiyat menthelengi... hehehe

    BalasHapus