Tentang

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.
Oleh Usdhof
Di antara dua tipe penulisan dari judul di atas, menurut Anda mana yang lebih mudah? Tentu saja catatan harian (journal writing) dianggap lebih mudah.¹ Mengapa?
Dalam menulis sebuah cerita, kesulitan yang sering ditemukan adalah membuat alur cerita dengan menciptakan konflik. Hal inilah yang menciptakan sebuah realitas anyar dari sebuah realitas yang nyata.
Sastrawan Tengsoe Tjahjono dalam Kuliah Umum Pentigraf PBSI Unmuh Surabaya² tadi pagi menjelaskan bahwa konflik terjadi karena adanya keberbedaan tokoh dengan yang dihadapi. Jika sebuah cerita lurus lurus saja meski ada kejutan di belakang, maka tidak bisa dikatakan sebuah cerita (baca: sastra).
Selanjutnya Tengsoe memberikan contoh.
*LIMA EKOR KUCING*
_Ada 5 ekor kucing d halaman rumah. Yang seekor induknya, yang lain anak anaknya._
_Anak-anaknya tampak bermain-main dengan bola. Ada pula yang berlarian._
_Kucing itu terlihat bahagia. Saling mengeong dengan gembira._
Sekarang mari kita bandingkan dengan cerita berikut!
*SUSU TERAKHIR*
_Hujan turun sangat deras. Namun, ia tidak peduli. Diterobosnya hujan itu. Keempat anaknya sedang menunggu._
_Di sebuah gudang tua, dijumpainya keempat anaknya meringkuk di sudut. Tampak menggigil kedinginan. Dipeluknya mereka satu persatu dengan sepenuh cinta sang bunda. Disusuinya pula._
_Saat seekor tikus melintas, tiba-tiba ia mengejarnya. Dengan cekatan si tikus melompat membelah hujan yang tak kunjung reda. la pun memburunya. Sebuah sepeda motor yang melaju kencang tak bisa menghentikan kecepatannya. Tanpa mengeong tubuhnya terlindas setelah baru saja memberikan pelukan dan terakhir bagi keempat anaknya._
Berbeda bukan? Yah! Tokohnya cukup jelas. Latarnya pun dihadirkan cukup apik. Alur ceritanya berjalan dengan konflik yang bisa membuat pembacanya terbawa rasa trenyuh.
Demikianlah yang membedakan antara sebuah catatan dengan cerita sastra. Semoga bermanfaat.
Gresik, 9 Oktober 2021
¹ ada yang menyebut dengan recount yaitu tulisan naratif pengalaman pribadi. Moch. Khoiri, WAG Rumah Virus Literasi, 12 Juni 2021.
² Sempat kaget ada mahasiswa yang menyapa. Ternyata alumni SMP 41 Sby.
Oleh Usdhof Di antara dua tipe penulisan dari judul di atas, menurut Anda mana yang lebih mudah? Tentu saja catatan harian (journal writing...

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.
Konflik dalam sebuah cerita merupakan pemanis dan bernilai sastra. Ujung konflik menjadi hal yang tak terduga atau kejutan ...twist istilah pentigrafnya merupakan penyejuk rasa pelengkap dari Pentigraf
BalasHapusTulisan ini adalah materi " konflik" yang dijelaskan secara ringan tapi gamblang .. bekali khusus penulis Pentigraf. Salut dengan Mas Dhofar yang selalu berbagi ilmu Pentigraf. Salam literasi.
Salam sehat Kang Har..
HapusSiap belajar, Pak. Terimakasih ilmunya
BalasHapusContohnya lumayan ceta. matur nuwun http://www.srisugiastutiplm.com
BalasHapusTerima kasih ilmunya ustadz
BalasHapusSiap belajar ustadz
BalasHapusSaling belajar
HapusTulisan sederhana mudah dipahami, sangat bermanfaat.
BalasHapusSami-sami
BalasHapusEnak baca cerita yang ke dua, sepertinya lebih mendebarkan
BalasHapusIlmu yang sangat bermanfaat. Terima kasih Pak. Amat jelas ini.
BalasHapus