/
1 Comments

Oleh Usdhof


Berbicara tentang nafsu yang terbesit adalah sebuah keinginan. Keinginan adalah kodrat dari manusia. Tanpa ada keinginan niscaya tidak akan muncul beragam kreaktifitas berupa penemuan yang menakjubkan.

Sumber gambar : minanews.net

Akan tetapi apakah kandungan isi cerpen tiga paragraf berikut dapat dikatakan juga sebagai gambaran nafsu? Simak saja karya dari Ken Agnibaya, sahabat pena dalam FB Kampoeng Pentigraf Indonesia, yang berjudul "Margiyo"

Keringat kami berpilin, badan kami bergerak melawan dingin. Ya, hujan turun deras sejak tadi sore tanpa henti. Sesekali bayangan istriku melintas, kupilih mengabaikan. Sejak istriku mengandung, nafsuku terpenjara. Dan malam ini, tubuh kami menari ritmis diselingi lenguh dan desah. Ini bukan selingkuh, hanya melepas dahaga.

Pertarungan laknat semalam menyisakan lelah pagi ini. Tertindih paha dia di dadaku, kuraih gawaiku yang semalam berdering berkali-kali. Pasti istriku, yang manjanya naik tiga kali lipat sejak hamil kedua. Margiyo? Ya, ternyata Margiyo yang menghubungiku. Lelaki pendiam penjaga bendungan yang dikucilkan sejak dituduh mencuri kotak amal mushola. Aku adalah satu-satunya orang yang bisa menerimanya.

Dengan penasaran kubuka sebuah pesan singkat, mungkin karena telpon tak kuangkat. Margiyo minta tolong padaku untuk membukakan pintu air bendungan yang debitnya terus meninggi. Lelaki itu tak bisa bangun gegara maagnya kumat. Ini sudah pagi dan hujan sudah berhenti, tentu semua sudah baik-baik saja. Gawaiku tetiba berbunyi, dari kakakku di seberang pulau. "Syukurlah kamu selamat, Dan. Istrimu ga bisa kuhubungi, bapak dan ibu juga," suara bercampur isak itu membuatku terhenyak. Segera kunyalakan tv di kamar dia. Berita bendungan jebol meluluh lantakkan pemukiman keluargaku tinggal. Segera kusambar celanaku yang teronggok di lantai. (Yogyakarta, Maret 2021)


Penulis tidak membahas dari segi sastranya. Karya Mas Ken ini sudah cukup indah. Baik dari alur cerita, tokoh, konflik, dan juga kejutan di belakang. Penulis akan lebih mengurai pada pesan yang dikandungnya. Tentu dengan interpretasi penulis.

Pada pentigraf di atas bisa jadi sebuah gambaran realita di masyarakat seorang suami yang terbudak oleh nafsu birahi. Memang kadang nafsu ini tidak dipahami oleh pasangannya. Sedangkan pada sisi suami tidak mampu menahannya. Cukup berbahaya jika tidak bisa mengelolanya dengan baik. Kita bisa menemukan berita seperti ini yang dilakukan di saat si istri sedang mengandung. (Semoga Allah selalu melindungi dari perbuatan ini. Amiiin)

Menukil dari klikdokter.com, menjelaskan bahwa 10 persen calon ayah memang selingkuh saat istrinya hamil. Demikian menurut psikolog dan penulis buku "What’s Your Pregnant Man Thinking", Robert Rodriguez. Tentunya pendapat ini tidak serta merta cocok buat kita. Negara kita menganut nilai religius yang cukup baik. Sayangnya penulis belum menemukan penelitian yang dilakukan oleh orang Indonesia terkait dengan kasus perselingkuhan oleh suami di saat istrinya hamil ini.

Kembali terkait dengan nafsu, benarlah ada yang mengatakan, "thuba liman kaana aqluhu amiran wa hawahu asiran." Artinya bersyukurlah dimana seseorang yang dipandu oleh akalnya dan hawa nafsunya menjadi tawanan. Orang yang seperti ini adalah orang yang mengikuti kehendak akalnya yang lurus sehingga nafsunya tidak mau melakukan sesuatu yang dilarang.

Sebaliknya orang akan merugi di saat akal lurusnya tidak memandunya. Tidak mengfungsikan akalnya untuk bertafakur dalam mengenal Allah dengan segala keagungan-Nya. Nafsunya hanya membawa kepada kesenangan duniawi yang hanya sesaat.

Sahabat Umar ra. pernah berkata bahwa hawa nafsu adalah lautan dosa dan nafsu adalah lautan syahwat. Perkataan Sahabat Umar tersebut menuturkan bahwa sebuah keinginan (tentu yang terkontrol oleh akal sehat) bisa membawa kepada perbuatan dosa. Sedangkan nafsu sendiri menunjukan pada sesuatu yang mendorong pada hasrat biologis. 

Dalam literatur sejarah para nabi pun sudah tertulis bahwa nafsu biologis ini hampir saja mengenai Nabi Yusuf as. Akan tetapi sebagai kekasih Allah, dia dijaga-Nya. Setelah diketahui oleh raja bahwa yang menggoda adalah istri raja, Nabi Yusuf berkata :


(۞ وَمَاۤ أُبَرِّئُ نَفۡسِیۤۚ إِنَّ ٱلنَّفۡسَ لَأَمَّارَةُۢ بِٱلسُّوۤءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّیۤۚ إِنَّ رَبِّی غَفُورࣱ رَّحِیمࣱ)


Artinya "Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” QS. Yusuf/12: 53.

Pada kasus ini, penulis rasa juga perlu mengutip dari Matius 5:27-28. Di dalam surat tersebut  disampaikan tentang larangan untuk berzina. Bahkan dikatakan jika seseorang hanya melihat perempuan kemudian mengingingkannya saja sudah dianggap berzina. Meski hanya di dalam hati.

Subhanallah! begitu indahnya agama di dalam memelihara kehormatan seseorang. Agama membimbing manusia agar jangan sampai terjerumus dalam dosa karena dorongan nafsu. Manusia akan bertindak seperti hewan yang tak punya akal. Semoga kita diberikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Keluarga yang bisa menyebarkan hawa ketenangan, penuh cinta, dan kasih sayang. Amin.


Gresik, 10 Juni 2021

You may also like

Oleh Usdhof Berbicara tentang nafsu yang terbesit adalah sebuah keinginan. Keinginan adalah kodrat dari manusia. Tanpa ada keinginan niscaya...

1 komentar:

  1. Wah analisisnya sangat dalam. Saya juga sangat mengagumi karya beliau. Kejutannya selalu dapat....lalu logikanya dan sepertinya bisa terjadi....salam literasi. Muat dong di RVL bung.

    BalasHapus