Tentang

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.
Pernahkan Anda merasakan tumit kaki sakitnya bukan main? Apalagi setelah bangun tidur di pagi hari? Jika saat ini sudah mengalami, berarti Anda sudah ada masalah dengan asam urat atau kolesterol. Begitu pula yang saya alami sejak tiga bulan yang lalu (Oktober 2020). Usia belum menginjak 50 tahun tapi mempunyai keluhan yang mana dulu biasanya dirasakan oleh orang seusia 50 ke atas. Apa yang salah?
Mengutip dari health.detik.com ada 7 penyebab sakit pada tumit kaki. Dua di antaranya adalah dikarenakan asam urat dan kolesterol. Endapan asam urat yang tidak normal akan menyebabkan pembentukan Kristal pada tumit sehingga mengakibatkan sakit. Sedangkan kadar normal asam urat dalam darah 7,0 sampai 7,2 miligram perdesiliter (mg/dl) bagi laki – laki, dan 5,7 sampai 6,7 mg/dl pada perempuan. Demikian pula jika terjadi penyumbatan kolesterol, kaki akan menjadi kejang atau kram. Baik pada tumit, jari-jari kaki atau kaki depan.
Apa yang menyebabkan asam urat tinggi? Dalam situs halodoc.com menyebutkan beberapa penyabab. Di antaranya: 1) baru saja mengalami cedera atau pembedahan, 2) gemar konsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna), 3) gemar konsumsi minuman beralkohol dan minuman tinggi gula, 4) Memiliki kondisi medis tertentu, misalnya diabetes dan obesitas misalnya. Lebih jelas lagi kita bisa bertanya kepada ahlinya.
Lalu apa hubungannya dengan wudu?
Sejak saya membaca bukunya dr. Zaidul Akbar “Jurus Sehat Rasulullah” merasakan ada yang kurang pada diri saya dalam melaksanakan apa yang dicontohkan Rasulullah saw. Utamanya jika dikaitkan dengan kesehatan. Rasulullah membawa syariatnya tidak hanya sekedar wajib dijalankan. Akan tetapi ada hikmah di balik syariat itu. Salah satunya berwudu.
Allah berfirman dalam QS. Al Maidah: 6 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan salat, maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian sampai dengan siku, dan sapulah kepala kalian dan kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki.” Jika kita sekedar melihat dari artinya saja, menimbulkan pemahaman yang kurang lengkap. Ada susunan gramatikal yang loncat seperti ciri khusus di dalam bahasa Arab. Jika menurut redaksi artinya maka anggota tubuh yang dibasuh adalah muka dan tangan, sedangkan yang diusap adalah kepala dan kaki. Akan tetapi menurut redaksi gramatikalnya, anggota yang dibasuh adalah muka, tangan, dan kaki. Sedangkan yang cukup diusap adalah kepala sekaligus telinga. (lih. https://quran.ksu.edu.sa/tafseer/tabary/sura5-aya6.html). Sebagaimana juga dijelaskan di dalam hadis Nabi Muhammad saw.
فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الْمَاءِ
“Jika membasuh kedua kakinya maka keluarlah dosa-dosa beserta air yang dilakukan saat melangkahkan kakinya..”
Menurut kamus https://www.almaany.com/ kata “gasala” maknanya lebih dalam dari pada “masaha”. Yang petama menekankan pada sebuah aktifitas untuk menghilangkan sesuatu yang mengotori sekaligus mensucikannya. Sedangkan yang kedua sekedar mengusap ringan.
Apa artinya?
Dr. Zaidul Akbar menuliskan dalam bukunya tersebut bahwa berwudu tidaklah sekedar mengalirkan air. Akan tetapi ada penekanan pada pembasuhan. Pembasuhan dilakukan dengan penggosokan pada kulit. Pada saat inilah ada proses peremajaan kulit. Lebih tegas lagi Allah berfirman dalam QS Al Anbiya: 30, “…. Dan Kami jadikan kehidupan segala sesuatu itu dari air…
Dari pemaparan dr. Zaidul Akbar tersebut, saya mempraktekkan untuk diri saya sendiri. Saat berwudh, membasuh dengan memijit atau mengurut. Lebih lebih pada tumit saya. Di hati pun berdoa bahwa Allah yang menjadikan semua kehidupan itu dari air. Memang suatu kecerobohan bagi orang yang mengerti jika tidak melakukannya.
Alhamdulillah setelah berjalan 5 hari, keluhan saya mulai berkurang. Saya tidak sabar membagikan kabar ini. Meski belum 100% sembuh. Akan tetapi saya meyakini bahwa inilah cara berwudu yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Bahkan secara khusus Rasulullah saw. mengingatkan bahwa celakalah orang yang abai dengan tumitnya saat berwudu. Mengapa? Karena sering kali kita menemukan orang yang berwudu saat membasuh kaki, hanya bagian ujung kaki yang tersiram. Tidak sampai pada mata kaki dan tumitnya. Wallahu a'lam bish shawab...
Surabaya, 05/01/2021
Pernahkan Anda merasakan tumit kaki sakitnya bukan main? Apalagi setelah bangun tidur di pagi hari? Jika saat ini sudah mengalami, berarti A...

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.
Bermanfaat
BalasHapus