Tentang

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.
Oleh Usdhof
"Istri terlambat datang bulan." Kalimat yang sering ditunggu bagi pasangan yang mengharapkan momongan. Demikian pula saya.
Saat terlambat datang bulan di hari ketiga, istri sudah meminta untuk dibelikan test pack sepulang saya kerja. Akan tetapi hari itu kelupaan tidak beli. Baru besok sorenya bisa membelikan. Ternyata istri sudah beli pada pagi harinya. Jadinya punya dua. "Ah buat apa yang satu ini?" kataku pada istri. "Ditukarkan yang lain aja," jawab istri sambil ketawa.
Pagi berikutnya istri melakukan tes. Alat tersebut menunjukkan dua garis. Artinya positif hamil. Hasil tersebut belum meyakinkan hati jika hamil. Apalagi saat itu disertai dengan keluarnya flek coklat. Hal yang tidak pernah dialaminya saat mengandung dua anak sebelumnya.
Setelah melakukan penelusuran di internet, istri menemukan informasi bahwa jenis flek tersebut merupakan tanda kehamilan. Dalam medis disebut dengan pendarahan implantasi. Dengan modal informasi tersebut, saya antar istri melakukan pemeriksaan USG di dokter kandungan langganan. Hasilnya dokter menyatakan masih tanda tanya. Antar hamil dan tidak? Kegamangan pun menyelimuti pikiran kita.
Hingga pada pagi berikutnya ada WA masuk ke ponsel istri. Bidan desa kami memesan pentol yang dipromosikan melalui status WA dari istri. "Wah... kesempatan tanya-tanya keluhan flek ini," pikirnya.
Sungguh luar biasa jalan yang ditunjukkan Allah. Saat istri menceritakan keluhannya, bidan menanggapi dengan serius. Bahkan bidan balik bercerita pernah mengalaminya dimana dia tidak mengetahui kalau sedang hamil. Hal ini baru diketahuinya saat kencing tetiba keluar segumpal gading seperti bakal bayi. Yah... Keguguran!
Bidan pun menyarankan istri untuk melakukan tes lagi. "Baik. Besok akan saya tes," jawab istri. Tapi bidan menyarankan hari ini langsung tes. Dikarenakan orang hamil kapan pun dites akan terlihat hasilnya. Bidan melanjutkan bahwa jika diketahui hasilnya positif maka segera melakukan USG di dokter lain dari yang pertama.
Alhamdulillah... hasil uji dengan test pack menyatakan positif. Seperti anjuran bidan tadi, malam harinya kita lakukan USG. Hasilnya positif dan dinyatakan sudah berumur lima minggu. Dokter pun menyarankan banyak bed rest.
Dari rangkaian peristiwa ini kiranya saya bisa menarik kesimpulan. Pertama, pantang berputus asa. Perjalanan kami dalam mendapatkan momongan memang penuh lika-liku. Anak pertama kehamilannya tanpa ditandai haid sebelumnya. Hal ini dikarenakan pasca suntikan untuk kistanya. Suntikan tersebut menyebabkan tidak haid. Begitu juga anak yang kedua, dengan jarak 7 tahun lamanya. Itu pun dengan proses medis yang berlika-liku. Untuk mendapatkannya tidak bisa menggunakan dengan cara yang pertama. Hingga setelah kelahirannya, istri sempat mengucapkan apakah masih menginginkan anak lagi. Saya katakan ya. Kedua anak saya perempuan.
Saya jadi ingat pesan Nabi Yakub saat menasihati anak-anaknya. Mereka diminta mencari saudara beda ibunya, Yusuf, dengan mengatakan,
Ùˆَلا تَÙŠْØ£َسُوا Ù…ِÙ†ْ رَÙˆْØِ اللَّÙ‡ِ
Artinya "jangan berputus asa atas rahmat Allah".
Sekelas kekasih Allah saja harus berusaha untuk mendapatkan yang diinginkan. Apa lagi kita sebagai umatnya yang tidak tergolong maksum (terlepas dari dosa), lebih malu jika tidak berusaha untuk meraih yang diimpikan.
Kedua, perlu mencari alternatif lain. Poin ini menunjukkan bahwa KEBENARAN hanya di 'tangan' Allah SWT. Kita hanya berusaha untuk mencarinya. Yang saya maksudkan di sini adalah masalah di luar lingkup akidah dan syariah. Seperti yang kami lakukan. Dokter yang satu tidak berhasil, maka cari yang lain. Demikian seterusnya.
Ketiga, memahami skenario Allah. Sungguh indah jalan yang diberikan. Dimulai dari beli test pack sebanyak dua dan juga bidan desa yang memesan pentol. Jika memahami apa yang terjadi, maka akan tumbuh khusnudhon atas takdir yang kita terima. Takdir adalah perwujudan atas qadha (putusan) Allah terhadap semua hamba-Nya.
Sedangkan kata takdir (تقدير ) - tanpa kata turunannya - di dalam Alquran disebutkan dalam lima surat yaitu al An'am/6 : 96, al Furqan/25: 2, Yasin/36:38, Fushilat/41: 12, dan al Insan/76: 16. Penyebutan takdir dalam surat tersebut menunjukkan ketetapan Allah atas makhluk-Nya baik yang bisa dirubah (mualaq) maupun tidak bisa (mubram). Tugas kita sebagai makhluk-Nya hanyalah mencarinya.
Akhirnya hanya kepada Allah kami menyerahkan semua hasil dari usaha yang telah dan akan kami tempuh. Semoga dimudahkan dalam mencapainya.
Surabaya, 03 Juni 2021
Oleh Usdhof "Istri terlambat datang bulan." Kalimat yang sering ditunggu bagi pasangan yang mengharapkan momongan. Demikian pula ...

Merekam jejak-jejak menjadi sebuah catatan buat generasi yang akan datang.
Tulisan yang bagus semoga ibu dan bayinya sehat hingga persalinan
BalasHapus